Pengelola Perpustakaan Balai Litbang Agama (BLA) Semarang bersama tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan kegiatan stock opname koleksi perpustakaan.
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Undip, Syafira Nur Hafizah, menjelaskan bahwa stock opname merupakan tahapan penting dalam pengelolaan perpustakaan untuk memperoleh data koleksi yang akurat.
"Kami mengecek langsung fisik buku di rak dan mencocokkannya dengan data yang terdaftar di sistem. Proses ini dilakukan untuk mengetahui jumlah riil koleksi Perpustakaan BLA Semarang sekaligus mendeteksi apabila ada buku yang hilang atau mengalami kerusakan," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Senada dengan itu, Nur Chasanah mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami kondisi koleksi perpustakaan secara langsung.
"Kegiatan ini membuat kami lebih peka terhadap kondisi di lapangan. Ada buku yang sudah lama tidak tersentuh hingga berdebu atau mulai rusak tanpa disadari. Sebaliknya, ada pula buku yang sering dipinjam sehingga kondisinya kusut. Informasi ini dapat membantu pengelola perpustakaan dalam menentukan langkah perawatan koleksi," jelasnya.
Sementara itu, Rita Ardelia Utami mengungkapkan bahwa selama menjalani program magang di Perpustakaan BLA Semarang, ia bersama rekan-rekannya mempelajari seluruh tahapan stock opname, mulai dari pemeriksaan fisik koleksi hingga verifikasi data pada sistem otomasi perpustakaan SLiMS.
"Kami memastikan setiap buku di rak sesuai dengan data pada buku induk dan sistem otomasi perpustakaan SLiMS. Nomor inventaris, barcode, data bibliografi, hingga kelengkapan tampilan sampul di sistem diperiksa satu per satu," katanya.
Petugas Perpustakaan BLA Semarang, Fatma Jati Herlani, mengatakan keterlibatan mahasiswa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Selain memperoleh pengalaman praktis dalam verifikasi koleksi, pengelolaan data inventaris, pemutakhiran metadata, dan penggunaan sistem otomasi perpustakaan SLiMS, mahasiswa juga mengasah kompetensi teknis di bidang pengelolaan perpustakaan.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan penguatan kompetensi teknis di bidang pengelolaan perpustakaan, sementara perpustakaan memperoleh data koleksi yang lebih akurat sebagai dasar peningkatan layanan dan pengembangan koleksi," ujarnya.
Menurut Fatma, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan stock opname mampu meningkatkan akurasi data koleksi, memudahkan identifikasi kondisi fisik bahan pustaka, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengembangan koleksi.
"Melalui stock opname, pelayanan perpustakaan dapat ditingkatkan sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan dan pengembangan koleksi," pungkasnya.