
Proses akreditasi perpustakaan Balai Litbang Agama Semarang terus dimatangkan. Meski sejumlah tahapan sudah dilewati, masih ada beberapa catatan kekurangan yang harus segera dilengkapi agar hasil penilaian lebih maksimal.
“Pada tahapan ini tentu ada kekurangan, kita perlu melihat kekurangan apa saja yang harus dipenuhi. Saya berharap tim ini terus kompak untuk menyiapkan eviden yang diperlukan,” ujar Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Moch. Muhaemin dalam rapat koordinasi akreditasi perpustakaan, baru-baru ini.
Muhaemin mengingatkan agar hasil sementara tidak membuat tim terlena. Dalam simulasi penilaian internal, skor yang diperoleh berada di angka 80.
“Nilai 80 itu membanggakan, tapi jangan sampai kita terlena. Bisa jadi penilai eksternal memiliki cara pandang berbeda. Karena itu, selama masih ada waktu, mari kita upayakan untuk menambah skor agar hasilnya lebih maksimal,” tegasnya, Senin (8/9/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya ketekunan, konsistensi, dan kesiapan mental dalam menghadapi proses akreditasi. “Situasi ini kerap menimbulkan tekanan, namun dengan niat dan kerja ikhlas, hasil akhir yang baik dapat tercapai,” tambahnya.
Menurutnya, setiap anggota tim memiliki tanggung jawab dan catatan kontribusi masing-masing. Karena itu, pencatatan progres harian dan penyusunan timeline menjadi sangat diperlukan agar seluruh kebutuhan akreditasi dapat terpenuhi tepat waktu.
“Saya berharap jangan sampai melewati September. Kalau bisa, pertengahan September sudah submit. Namun sebelum submit, harus dicek bersama-sama agar tidak ada yang terlupakan,” pungkasnya.