
Buku ini menyajikan penelusuran panjang seorang peneliti dalam mengumpulkan manuskrip-manuskrip yang tersebar di berbagai pelosok masyarakat Bali. Upaya tersebut bukan sekadar pencarian benda bersejarah, melainkan juga perjalanan intelektual yang berusaha menyingkap jejak peradaban Islam di Pulau Dewata. Dari hasil penelusuran, terkumpul kurang lebih 140 manuskrip keislaman yang masih terjaga di tengah komunitas muslim Bali.
Manuskrip-manuskrip tersebut ditemukan di kampung-kampung Islam yang berada di berbagai kabupaten, antara lain Denpasar, Karangasem, Buleleng, Klungkung, Jembrana, dan Tabanan. Penemuan ini membuktikan bahwa tradisi intelektual Islam di Bali tidaklah asing, melainkan telah hidup dan berkembang dalam lingkup masyarakat muslim sejak masa lampau.
Isi dari manuskrip itu memperlihatkan keragaman bidang kajian Islam. Ada manuskrip yang membahas fikih dan faraidh (ilmu pembagian waris), ada pula yang mengupas nahwu sharaf (tata bahasa Arab), serta manuskrip yang berkaitan dengan pengobatan tradisional dan azimat. Keragaman tema ini menunjukkan keluasan minat intelektual masyarakat muslim Bali, yang tidak hanya berfokus pada hukum agama, tetapi juga merambah ke bidang kebahasaan, kesehatan, dan tradisi spiritual.
Lebih jauh, keberadaan manuskrip Islam di Bali menjadi cermin jaringan keilmuan Islam Nusantara. Teks-teks yang ditulis dengan penuh kesungguhan ini memperlihatkan kerohanian, perilaku, serta pandangan hidup masyarakat muslim Bali yang bersumber dari ajaran Islam. Dari sana, tampak pula bagaimana ajaran Islam berpadu dengan konteks lokal, menghasilkan corak keberislaman yang khas dan berakar pada kebudayaan Bali.
Buku ini tidak hanya mendokumentasikan naskah-naskah tua, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang bagaimana Islam Nusantara membentuk dirinya di tengah keragaman budaya. Pandangan, interpretasi, dan praktik keagamaan masyarakat muslim Bali yang terekam dalam manuskrip memperlihatkan dinamika hubungan antara teks, tradisi, dan realitas sosial.
Dengan demikian, karya ini penting bukan saja bagi kalangan akademisi yang menekuni kajian manuskrip atau Islam di Nusantara, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memahami wajah keberagaman Indonesia. Manuskrip-manuskrip keislaman di Bali merupakan jejak historis dan kultural yang memperlihatkan betapa Islam telah hadir, berdialog, dan mengakar di tanah Dewata sejak lama.