
Buku ini, merupakan pengembangan dari hasil penelitian para peneliti Balai Litbang Agama Semarang Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan di Kalimantan Barat (Kalbar). Kalbar salah satu provinsi yang memiliki sejarah konflik antaretnis, khususnya antara etnis pendatang dengan etnis pribumi.
Konflik yang terjadi di Kalbar, meninggalkan trauma psikologi dan sosial yang tidak mudah disembuhkan. Apalagi, bila sebagian masyarakat terus mereproduksi dan mewariskan konflik masa lalu dalam bentuk cerita ke generasi berikutnya.
Buku ini menyajikan bagimana pendidikan damai dapat disemaikan di ruang pendidikan formal. Praktiknya, pendidikan damai tidak harus menjadi satu materi atau mata pelajaran tersendiri, tetapi cukup terintegrasi dalam muatan-muatan pendidikan agama yang telah ada.
Nilai-nilai pendidikan damai dapat diambil dari materi-materi pendidikan agama yang diajarkan di sekolah. Bukan itu saja, pendidikan damai juga dapat ditanamkan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa dari berbagai agama.