Perpustakaan Balai Litbang Agama (BLA) Semarang mendorong peningkatan budaya literasi pegawai melalui lomba cerdas cepat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini dikemas secara interaktif untuk menambah wawasan sekaligus mengajak pegawai lebih dekat dengan perpustakaan.
Kepala BLA Semarang, Moch. Muhaemin, mengatakan budaya literasi dapat dibangun melalui berbagai kegiatan kreatif yang menyenangkan. Menurutnya, lomba cerdas cepat menjadi salah satu cara untuk mendorong pegawai lebih aktif membaca dan memperluas wawasan.
“Lomba cerdas cepat menjadi salah satu sarana untuk mendorong pegawai agar lebih aktif membaca dan memperluas wawasan,” ujar Muhaemin di Semarang, Kamis (13/8/2026).
Ia menjelaskan, peserta tidak hanya dituntut mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga perlu berkonsentrasi, menyimak informasi, berdiskusi dengan anggota tim, dan mengambil keputusan dalam waktu terbatas. Kemampuan tersebut, kata Muhaemin, menjadi bagian penting dalam proses memahami dan mengolah informasi.
“Lomba cerdas cepat bukan semata-mata untuk mencari pemenang, tetapi menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami informasi,” tuturnya.
Muhaemin menambahkan, budaya literasi perlu terus dibangun di tengah kesibukan pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari. Karena itu, perpustakaan perlu menghadirkan aktivitas yang dapat membuat kegiatan membaca dan mencari informasi terasa lebih menarik.
“Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan minat membaca sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menarik bagi pegawai,” sambungnya.
Sementara itu, salah satu pengelola Perpustakaan BLA Semarang, Fatma Jati Herlani, menjelaskan bahwa materi yang diberikan kepada peserta cukup beragam. Salah satunya berupa tebak foto pahlawan nasional yang dikemas dalam bentuk puzzle.
“Materi tersebut mendorong peserta untuk memperkaya pengetahuan melalui berbagai sumber bacaan,” jelas Fatma.
Menurut Fatma, kegiatan tersebut juga menjadi cara untuk mendorong pegawai lebih sering memanfaatkan perpustakaan, baik untuk membaca maupun mencari informasi. Dengan demikian, keberadaan perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi, tetapi juga ruang belajar yang aktif dan interaktif bagi pegawai.
“Lomba cerdas cepat mengajak pegawai gemar membaca, kritis dalam berpikir, dan luas dalam wawasan,” pungkasnya.