Balai Litbang Agama (BLA) Semarang terus mengembangkan perpustakaan sebagai ruang publik kreatif (creative hub) yang tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga menjadi wadah bertukar gagasan, berdiskusi, dan menanamkan nilai-nilai positif melalui berbagai media pembelajaran. Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui program Ngaso (Ngasah Otak) yang dikemas dalam kegiatan nonton bareng (nobar) film pendek Mateng Wit, karya Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Kamis (16/7/2026).
Kepala BLA Semarang, Moch. Muhaemin, mengatakan kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta tersebut merupakan bagian dari transformasi perpustakaan modern. Menurutnya, perpustakaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar kolaboratif yang mampu menghadirkan pengalaman literasi secara lebih kontekstual dan menarik.
"Kegiatan nonton bareng yang diinisiasi Perpustakaan BLA Semarang ini merupakan wujud nyata transformasi perpustakaan modern. Perpustakaan hari ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang publik kreatif untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyerap nilai-nilai positif melalui media visual," ujarnya.
Muhaemin mengapresiasi inovasi yang dilakukan tim Perpustakaan BLA Semarang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan yang inklusif antara pimpinan, pegawai, serta mahasiswa dan siswa yang sedang menjalani magang maupun Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
"Lewat film pendek yang kita tonton bersama, ada pesan moral dan edukasi yang ingin kita bedah. Bagi pegawai, ini menjadi penyegaran di sela rutinitas riset dan administrasi. Bagi adik-adik mahasiswa, ini adalah bagian dari proses belajar bahwa transfer pengetahuan di lingkungan Litbang Agama tidak selalu kaku, tetapi dapat dilakukan melalui media populer yang interaktif," katanya.
Ia menambahkan, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem kerja di BLA Semarang terus mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan pembelajaran lintas generasi.
"Melalui media film pendek, kita dapat mendiseminasikan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kebangsaan dengan cara yang lebih segar, ringan, namun tetap substantif. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara konsisten untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperluas wawasan kita bersama," tambahnya.
Sementara itu, petugas Perpustakaan BLA Semarang, Siska Nur Apriyani, mengatakan kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari para peserta.
"Sejak awal pemutaran film, para peserta mengikuti setiap adegan dengan antusias. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang dikemas secara kreatif mampu menjadi sarana hiburan yang edukatif sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan kerja," ujarnya.