PERPUSTAKAAN BLA SEMARANG

NPP 3374154A0000001

  • Beranda
  • Koleksi
    Katalog BukuE-BookE-Book AppE-Manuskrip WanantaraJurnal BLAS
  • Berita
  • Informasi
    Tentang KamiProfil PerpustakaanVisi MisiStruktur OrganisasiBantuanAlur Sirkulasi Peminjaman
  • Layanan
    Layanan KamiPendaftaran Member OnlinePermohonan Produk AkademikLayanan Survei
  • Pojok SAKIP
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa:
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Komik Moderasi Beragama Kisah Ajisaka, Setya dan Setuhu



 

 

Balai Litbang Agama Semarang kembali melakukan terobosan kreatif dalam upaya menguatkan moderasi beragama melalui medium yang dekat dengan masyarakat, yakni komik berbasis tradisi lisan. Karya ini lahir dari hasil penelitian tradisi lisan yang dilakukan di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebuah desa yang kaya akan kearifan lokal, nilai kebersamaan, dan warisan budaya lisan yang terjaga turun-temurun.

Komik ini bertolak dari cerita tokoh legendaris Aji Saka, yang hingga kini masih diceritakan dalam tradisi lisan masyarakat Desa Ngadas. Nilai utama yang terkandung dalam kisah tersebut terangkum dalam falsafah “Aja Rebut Bener” sebuah pesan bijak agar manusia tidak saling memaksakan kebenaran versinya sendiri, melainkan mampu menghargai keberbedaan dan menjunjung musyawarah.

Di tengah masyarakat yang plural, pesan “Aja Rebut Bener” mengandung makna mendalam bagi penguatan moderasi beragama. Ia menekankan bahwa kebenaran tidak boleh direbut dengan cara memaksakan kehendak atau mengabaikan pandangan orang lain, melainkan perlu dirawat dalam sikap saling menghargai dan memahami.

Penguatan moderasi beragama memang tak bisa dilepaskan dari akar budaya lokal. Desa Ngadas adalah contoh nyata bagaimana tradisi lisan dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun kerukunan. Melalui cerita turun-temurun, masyarakat belajar untuk menghormati perbedaan, menahan ego, dan mengutamakan harmoni.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, pendekatan berbasis tradisi lisan seperti ini menjadi jalan strategis. Ia menegaskan bahwa moderasi beragama tidak sekadar wacana normatif, tetapi sesuatu yang telah hidup dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat sejak lama.

 

 

PERPUSTAKAAN BLA SEMARANG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang merupakan perpustakaan khusus di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Memiliki koleksi berupa hasil penelitian dan pengembangan dalam bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, serta Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO).

Statistik Pengunjung Web
>Hari ini : >Pekan Terkahir : >Bulan Terkahir : >Seluruh :

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
  • Produk Internal
  • Ebook
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?