Sebanyak 36 peserta yang terdiri atas pengelola perpustakaan binaan Bank Indonesia dan Aparatur Sipil Negara (ASN) pustakawan se-Provinsi Jawa Tengah melakukan observasi lapangan ke Perpustakaan Balai Litbang Agama (BLA) Semarang, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Pola Swakelola yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Bank Indonesia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah.
Kepala BLA Semarang, Moch. Muhaemin, menyambut langsung rombongan peserta. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Perpustakaan BLA Semarang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku dan dokumen, tetapi juga menjadi pusat data dan pengetahuan yang menghimpun berbagai hasil penelitian dan pengembangan di bidang keagamaan.
"Perpustakaan ini menjadi ruang belajar sekaligus pusat informasi yang mendukung pengembangan kebijakan dan penguatan literasi keagamaan berbasis hasil riset," ujarnya.
Muhaemin berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan hari ini, mulai dari pemutaran video profil, penyampaian selayang pandang perpustakaan, hingga diskusi interaktif, dapat memberikan wawasan baru, memperkuat kolaborasi, dan menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi peserta," katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Jabatan Fungsional Pengembangan Kompetensi Teknis Umum Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Lilik Budi Irwanto, menjelaskan bahwa kegiatan observasi lapangan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan melalui kolaborasi antara BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia.
"Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama antara BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia dalam penyelenggaraan Pelatihan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Pola Swakelola. Pada kesempatan ini kami mendampingi 36 peserta yang terdiri atas pengelola perpustakaan binaan Bank Indonesia di Jawa Tengah serta ASN pustakawan," ujarnya.
Menurutnya, observasi lapangan ini dapat memperluas wawasan serta menambah pengalaman dan pengetahuan para peserta.
"Berbagai praktik baik yang diperoleh dari BLA Semarang diharapkan dapat diadaptasi dan diterapkan di instansi masing-masing guna meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan," pungkasnya.