PERPUSTAKAAN BLA SEMARANG

NPP 3374154A0000001

  • Beranda
  • Koleksi
    Katalog BukuE-BookE-Book AppE-Manuskrip WanantaraJurnal BLAS
  • Berita
  • Informasi
    Tentang KamiProfil PerpustakaanVisi MisiStruktur OrganisasiBantuanAlur Sirkulasi Peminjaman
  • Layanan
    Layanan KamiPendaftaran Member OnlinePermohonan Produk AkademikLayanan Survei
  • Pojok SAKIP
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa:
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Pengelolaan Masjid dan Pemberdayaan Umat: di Jawa Tengah dan Jawa Timur


 

Masjid sejak awal sejarah Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat peradaban, pendidikan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks Indonesia, fungsi strategis masjid semakin penting seiring meningkatnya jumlah masjid dan musala dari tahun ke tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh Balai Litbang Agama Semarang pada tahun 2017 tentang pengelolaan masjid terhadap pemberdayaan umat di Jawa Tengah dan Jawa Timur menunjukkan bahwa kualitas tata kelola masjid memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pemberdayaan umat. Temuan ini menegaskan bahwa masjid yang dikelola secara baik cenderung lebih mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Pertumbuhan Masjid di Indonesia

Perkembangan jumlah masjid dan musala di Indonesia menunjukkan tren yang sangat signifikan. Berdasarkan data Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin menyebutkan bahwa pada tahun 2009 jumlah masjid dan musala yang terdata mencapai 409.402 unit. Jumlah tersebut meningkat menjadi 419.273 pada tahun 2010. Lonjakan besar terjadi pada tahun 2011 dengan total 709.646 unit. Pada tahun 2012 jumlahnya kembali naik menjadi 720.292, dan pada tahun 2013 mencapai 731.096 unit.

Secara regional, pada tahun 2013 jumlah masjid di Jawa Tengah tercatat sebanyak 110.554 unit, sedangkan di Jawa Timur mencapai 127.439 unit. Angka ini menunjukkan bahwa kedua provinsi tersebut memiliki potensi besar dalam menjadikan masjid sebagai pusat penguatan kehidupan umat.

Banyaknya jumlah masjid tentu menjadi modal sosial yang sangat besar. Namun, keberadaan fisik bangunan saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana masjid dikelola agar dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Fenomena yang berkembang, terutama di kota-kota besar, menunjukkan bahwa masjid telah mengalami transformasi fungsi. Masjid tidak lagi hanya menjadi tempat salat, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, pelayanan sosial, dan aktivitas pemberdayaan masyarakat.

Contoh nyata dapat dilihat pada Masjid Al-Azhar, yang selain menjadi pusat ibadah juga menyediakan aula pertemuan, perpustakaan, klinik kesehatan, pusat kegiatan organisasi pemuda, hingga ruang pengembangan seni dan olahraga. Hal serupa juga terlihat di Masjid Istiqlal dan Masjid Sunda Kelapa.

Di wilayah pedesaan, masjid juga menunjukkan perkembangan yang serupa. Banyak masjid kini digunakan untuk kegiatan pendidikan Al-Qur’an melalui TPQ dan Madrasah Diniyah, pengajian rutin, majelis taklim, serta kegiatan pembinaan remaja. Bahkan tidak sedikit masjid yang menjadi tempat pembelajaran tambahan seperti bahasa Inggris, matematika, fisika, dan berbagai keterampilan lainnya.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa masjid berpotensi menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang sangat strategis.

Temuan Penelitian Tahun 2017

Penelitian Balai Litbang Agama Semarang pada tahun 2017 berupaya melihat sejauh mana pengelolaan masjid berpengaruh terhadap pemberdayaan umat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting.

1. Pengelolaan Masjid Dinilai Baik

Persepsi responden terhadap pengelolaan masjid di Jawa Tengah berada dalam kategori baik dengan nilai mean 77,7 atau di atas 56 persen. Sementara itu, pengelolaan masjid di Jawa Timur juga berada pada kategori baik dengan nilai mean 87,2 atau di atas 58 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum manajemen masjid di kedua wilayah telah berjalan cukup baik, baik dari aspek organisasi, pengelolaan program, maupun administrasi.

2. Pemberdayaan Umat Juga Berada pada Kategori Baik

Persepsi responden terhadap pemberdayaan umat di masjid-masjid Jawa Tengah menunjukkan kategori baik dengan nilai mean 66,2 atau di atas 52 persen., Sedangkan di Jawa Timur, nilai mean mencapai 75,5 atau di atas 47 persen.. Artinya, masjid telah menjalankan peran pemberdayaan umat melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

3. Terdapat Korelasi yang Cukup Kuat

Hubungan antara pengelolaan masjid dan pemberdayaan umat di kedua provinsi menunjukkan korelasi sebesar 0,667., Angka ini menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara kualitas pengelolaan masjid dan tingkat pemberdayaan umat. Semakin baik pengelolaan masjid, semakin besar pula dampaknya terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

4. Pengaruh Pengelolaan Masjid Mencapai 44,5 Persen

Penelitian ini juga menemukan bahwa pengelolaan masjid berpengaruh sebesar 44,5 persen terhadap pemberdayaan umat dengan koefisien regresi positif. Artinya, hampir setengah dari keberhasilan pemberdayaan umat dipengaruhi oleh kualitas pengelolaan masjid. Faktor ini menjadi indikator bahwa manajemen yang profesional merupakan kunci dalam menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski secara umum hasil penelitian menunjukkan kategori baik, masih ditemukan sejumlah kelemahan. Kelemahan utama terletak pada aspek perencanaan dan pengawasan dalam pengelolaan masjid. Banyak kegiatan masih bersifat insidental dan dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat, tanpa perencanaan program yang matang. Dalam aspek pemberdayaan umat, kelemahan juga ditemukan pada aksesibilitas program. Tidak semua masyarakat dapat mengakses layanan dan kegiatan masjid secara optimal. Hal ini dapat terjadi karena program yang belum tersusun secara sistematis dan kurang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Akibatnya, potensi besar masjid sebagai pusat pemberdayaan belum sepenuhnya termanfaatkan.

Masjid sebagai Agen Transformasi Sosial

Penelitian ini memberikan pesan penting bahwa masa depan masjid tidak hanya ditentukan oleh kemegahan bangunan, tetapi oleh kualitas pengelolaannya. Masjid yang dikelola dengan visi yang jelas, perencanaan yang matang, dan pengawasan yang baik akan lebih mampu menjawab kebutuhan umat. Masjid ideal bukan hanya ramai saat salat berjamaah, tetapi juga hidup dengan aktivitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pembinaan generasi muda, dan pelayanan sosial. Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan moral yang dihadapi masyarakat saat ini, masjid memiliki peluang besar untuk menjadi agen transformasi sosial. Dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis kebutuhan umat, masjid dapat kembali memainkan peran sentral sebagaimana pada masa kejayaan peradaban Islam: sebagai pusat ibadah, ilmu pengetahuan, dan pemberdayaan masyarakat.

 

 

PERPUSTAKAAN BLA SEMARANG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang merupakan perpustakaan khusus di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Memiliki koleksi berupa hasil penelitian dan pengembangan dalam bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, serta Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO).

Statistik Pengunjung Web
>Hari ini : >Pekan Terkahir : >Bulan Terkahir : >Seluruh :

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
  • Produk Internal
  • Ebook
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?